Mukadimah





Syukur Allhamdulillah kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat Dan Hidayahnya kepada kita semua...
Sholawat serta salam dihaturkan kepada Baginda Agung Nabi Muhamad SAW, beserta keluarganya para sahabat dan para pengikutnya hingga akhir Zaman... Amin ...

Selamat Datang di Blog saya yang tidak sepertinya ini. saya buat untuk sarana belajar saya dalam berkreatifitas sehari-hari... meski sederhana, semoga dapat bermanfaat khususnya untuk saya dan semua yang membaca blog saya ini.




Jumat, 07 September 2012

RENUNGAN KITA












Bapak Tua Penjual Amplop Itu (Mengharukan)




Bapak Tua Penjual Amplop Itu

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

(Sumber: http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/11/19/bapak-tua-penjual-amplop-itu/)

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tetap SEMANGAT

Ketika kamu tetap tersenyum,meskipun merasa sakit....

Ketika kamu tetap memberi,meskipun tak pernah dibalas...

Ketika kamu tetap ceria,meskipun terluka...


Ketika kamu tetap diam,meskipun perih...

Dan ketika kamu bahagia,meskipun kehilangan....

Disitulah ketulusan hati sedang diuji.

Kesedihan mengajarkan tentang indahnya kebahagiaan... Seperti juga sakit,mengajarkan tentang nikmatnya sehat...dan apabila sakit,ALLAH yg menyembuhkanya.Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkn kesulitan atau cobaan.Padahal Allah Azza Wa Jalla telah memberi janji bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan,pasti ada jalan keluar yg begitu dekat.

Selasa, 03 Juli 2012

Akhirusanah dan Wisuda TPQ

JaDi Panitia Akhirusana dan pawai wisuda...

 Sebelum Hari H nya panitia udah cibux bngettz... nyiapin kado" hadia wt adex" yg dapetzz Peringkat satu, N hdiah Lomba"... buat Hadiahny Mlm Rabu pas kumpul" Remaja Candi..., emm Rame...., tyus mlm MingGu ny Bikin snack breng".... emmm tak kalah seru nieh... , bungkus jajan sambil d Maem... heheee... ,klo Mlm seninya... Bagi" Seragam Panitia... yeee.. pd Berebut...., emmm asiiixxx....

Senin, 2 Juli 2012

Asixx.... Bisa dapet Libur Kerja...., Emm... pagie" bsa lihat sekeliling rumah... di ajak ke kebun ma ibux.... , emmm .... suasananya luas indah pnuh pohon" berdiri and anginya semilir... ,  biasanya computer yg d tungguin... tp hri nie asixx dech.....,
Terus... bisa Jalan" ma Adex k' Pasar ... beli jajan ma cepet Kerudung ... ma Buku.. .. bsa tertwa ma adex dech......, pulng ny beli bakso ma Soto........,.,.,.yohaaa...
waduh ... udh Hampir jm satu siang, ciap" cmuanya...... ,  Pasukan ku udh Pd dteng tuh... pakeanya Batix" ... krudungny item, cantix" dech...... poto" dulu ach..... tp aQ gx ixut poto heeee


Lets'Go... Berngkt....,.,. weh" .... Namanya Capa tuh Di sebut" d sekertariat suru bawa Bendera Lagi... hemmm , ap harus y9 Tinggi" yac yg bwa benderanya..., tx Pa" dech... , taun kemren kn udh d Depan d Tengah Lg... kya putri Raja... Gantian Tahun nie bawa Bendera d Baris ke 3,- .....,  yG dpn Tiga bwa sepnduk, belakngnya Tim Bendera Putra Putri , Belkngny panitia putri  yg Gx bawa ap"... atau Tim Batix.... Candie... ceyyy..., selanjutny Tim Dramband..., kmudian di susul ade" imutt yg di wisuda... dg Naik Kereta... wach asick nieh .., disusul anak" maDin dr TpQ - klZ 4,- ... tyus ibu Guru... n terakhir Panitia putra.
Acra Kumpul pukul 13.00 nungGu Dramband ympe pukul 14.00,  udh ad Bunyi Peluit saatnya panitia bersiap"..., jatahku Bawa Bendera mrah putih , emm... asicxxx.....,.,.,.
Rute ke slatan lwt jmbtan prtma, msuk Gang Arjuna keluar Gang Bima, Belok kanaN lewati Jembatan Lagi... uuehh paNasss lewat Sawah... Belok kanan Lagi.... rame bnget yg Nonton...., Belok Kiri... iStrahat Berhenti... aD Tim panitia Penyetop Jalan Dan Tim bawa jajan , N tim Bagi" Permen d Jalan....emmm mantabb... , abis selesai istrhat Lanjutkan perjalananya... , oh ya... ksian panitia yg bagian bersih" jalan abis buat istirahat Tadi... , kompaknya...., lanjuttt... Belok KanaN... emm kanan kiri sawah Panass ya... , kmudian Ad Jembatan Lgi... , Belok kiri Ke' Balai Desa Candiareng.... , Belok kanaN.... emm di sambutt Wali murid and orang" candiy... d per4aN Ramenyaaa.......,.,,...,........ Akhirnya sampai juGaaa....... emmm, istrahatttt Lagi.....  Ma'em telur Dadar ceplus Cabe' satu enax dech... ma Arem"ny enax bngett... , tambh Roti... emm kenyang dech.......,.,.,.. poto" Lg dech...


Udh Soree.....waktunya pulang.... kabur.... ,.,.,. panitia putra dech yg bersih"... hehehe....

Mlem Selasa cmuanya istirahatt... Selasa siang Nya Masax",, dan Lomba" untuk anak" TPQ N' Madin ,... Tp aQ ndx bsa ikutt, soalnya Berangkat kerja Lagi... Jadi gak lihat Lombanya... Rame bangett katanya... .

Malem Rabunya Puncak aCaranya... Prosesi Wisuda dan Akhirusanah Madrasah Diniah ArrohmaN... ds. Candiareng. kec. Warungasem. Kab.Batang.. , Di mulai Acara pentas siswa siswi TPQ dan Madin... di lanjutkan Prosesi wisuda... , Kemudian Sambutan", selanjutnya PenerimaAn Ijazah Siswa siswi Madin yang Lulus,. ..., Istirahat.. Kemudian Muqodimah.. / Pengajian... terakhir Doa' penutup...

Pentas siswa siswi Madin Arrohman


PenerimaAn Ijazah Bagi Siswa siswi yang Lulus .... Selamatt yach... :)



Prosesi Wisuda TPQ ArrohMan....


Abis bagi" Snack foto" Dulu ach.....

Dan Akhirnya... Acara pun Selesaiii.. pukul 23.00,  klo panitia selesainya Jam 00:00,, bersih" Halaman..., panitia Putra bongkar" dekorasi dan panggung panitia putri nyapu halaman..... kmudian Dinner bareng".... dech asixx..
Sehabis maEm bersama Lanjutt Cuci pirinx... Dan pulang dech..... Bubuk... emm... Nyenyak nieh..... zzzzzzzzzzzzzzzz.................................

THE AND






Minggu, 01 Juli 2012

Menyegarkan Cinta yang Kian Pudar




Cinta itu seperti tanaman. Harus selalu disiram, dipupuk dan dirawat, agar tumbuh segar, bersemi, dan berbunga. Inilah beberapa resep yang bisa diandalkan untuk menumbuhkan kembalicinta Anda berdua.

Berhiaslah untuknya.

Kita semua tentu senang melihat suami atau istri yang selalu tampil menarik. Berhias, tidak selalu identik dengan make up. Tampillah di hadapan pasangan Anda dengan wajah yang ceria, rambut yang rapi, pakaian yang bersih dan sedikit parfum.

Untuk para suami, hendaknya ketika akan pulang dari bepergian memberi tahu istrinya lebih dulu, agar ia bisa bersiap-siap menyambut suaminya.

Dalam sebuah hadits, Jabir z berkisah, “Kami pernah bersama Nabi n dalam suatu peperangan. Ketika kami kembali ke Madinah, kami segera untuk masuk (ke rumah guna menemui keluarga). Maka beliau bersabda, ‘Bersabarlah sampai engkau memasuki pada waktu malam -yakni waktu isya’- agar wanita-wanita yang kusut dapat bersisir dan wanita-wanita yang ditinggal lama dapat berhias diri.’” (Muttafaq Alaihi). Menurut riwayatBukhari: “Apabila salah seorang di antara kamu lama menghilang, janganlah ia mengetuk keluarganya pada waktu malam.”

Beri dia kejutan/hadiah

Sekali-kali, berikan hadiah atau kejutan pada pasangan Anda. Pilih barang yang sangat disukainya, atau memang dibutuhkannya. Dari pakaian dalam, kaos atau daster, baju koko atau jubah, atau apa saja, tergantung berapa yang Anda anggarkan. Hadiah adalah salah satu wujud perhatian Anda pada pasangan. Itu akan bisa menyenangkan hatinya, dan menyuburkan rasa cintanya pada Anda.

Bisa juga Anda membawakan oleh-oleh yang istimewa sepulang dari bepergian. Misalnya makanan atau barang yang khas dari daerah yangbaru saja Anda kunjungi.

Ciptakan kemesraan bersamanya.

Belajarlah dari kemesraan Rasul n kepada istri-istrinya.

Sering-seringlah mencium atau memeluknya.

Dari Aisyah x bahwa Nabi n mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudlu dahulu. (Riwayat Ahmad, dinilai lemah oleh Bukhari)

Dalam hadits lain, Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Salah seorang di antara kami apabila haid dan Nabi Muhammad n ingin memeluknya, beliau menyuruhnya untuk berkain pada saat haidnya, kemudian beliau memeluknya.” Aisyah berkata, “Siapakah di antaramu yang dapat mengendalikan syahwat nya sebagaimanaNabi Muhammad n mengendalikan syahwat beliau?” (Riwayat Bukhari)

Dari hadits di atas tentu kita tahu, sekadar peluk cium tidak mesti diakhiri dengan jima’. Semua itu dilakukan untuk menunjukkancinta kasih beliau kepada istrinya. Seorang wanita yang diperlakukan seperti itu, akan semakin yakin kalau ia benar-benar dicintai oleh suaminya.

Mengajak/mengundi istrinya bila bepergian.

Aisyah berkata,Rasulullah n bila ingin bepergian, beliau mengundi antara istri-istrinya, maka siapa yang undiannya keluar, beliau keluar bersamanya. (Muttafaq Alaihi)

Mengajak istri untuk bepergian adalah sunnah. Karena dengan mengajak istri, suami akan lebih “terjaga” dalam perjalanannya. Bukankah akan ada bermacam fitnah dan godaan yang akan dia lihat selama dalam perjalanan? Dengan membawa istri, ia akan merasa lebih tenang. Istri pun akan senang, karena bepergian bersama suami bisa menjadi ajang refreshing baginya.

Mandi bersama.

Ini juga bukan hal tabu bagi suami istri, karena bisa menambah kemesraan di antara keduanya. Rasulullah n juga pernah mandi bersama istrinya dengan satu bejana.

Mengajak lomba.

Dalam sebuah hadits dari Aisyah dikisahkan, bahwa Rasulullah n pernah mengajak Aisyah berlomba lari. Ketika Aisyah masih kurus, istri tercintaNabi itu memenangkannya. Saat Aisyah badannya gemuk, Nabilah yang menang. Lihatlah, betapa Nabi n bukanlah suami yang “selalu serius” terhadap istrinya. Beliau tidak hanya memberikan perintah dan larangan, tapi juga mengajaknya bersantai dan bermain-main.

Rebahan di pangkuan istri.

Aisyah x berkata, “Nabi Muhammad n. bersandar di pangkuanku, padahal aku sedang haid, kemudian beliau membaca al-Quran.” (Riwayat Bukhari)

Ingat-ingat kebaikannya. Lupakan dan maafkan keburukan dan kesalahannya.

Allah l berfirman, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (istri-istri kamu), (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (an-Nisa’: 19)

Demikian juga para istri, hendaknya bersabar bila menemui hal-hal yang kurang disukainya dari suaminya.

Berpikirlah positif.

Berpikirlah bahwa dialah yang terbaik bagi Anda. Jangan membandingkan dirinya dengan orang lain. Bukankah Anda sendiri tidak suka dibanding-bandingkan?

Ingatlah firman Allah l, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Ingat saat awal menikah.

Masa-masa bulan madu, saat awal menikah begitu mengesankan. Ingat-ingatlah masa itu, dan jangan biarkan berlalu tanpa bekas. Sekali tempo, ajaklah pasangan Anda napak tilas ke tempat-tempat romantis atau sekedar warteg yang pernah Anda kunjungi saat pengantinbaru.

Jangan hanya menuntut hak, namun melalaikan kewajiban.

Hak dan kewajiban sebagai pasutri harus dilaksanakan secara seimbang. Tidak boleh masing-masing hanya menuntut haknya, sedangkan kewajibannya dilalaikan. Di antara hak suami atas istri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak keluar (meninggalkan)rumah kecuali dengan izin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. Di antara kewajiban suami terhadap istrinya adalah memberinya nafkah, melindunginya dan mempergaulinya dengan baik.

Berdoa.

Lengkapilah usaha Anda dengan doa. Mohonlah kepada Allah l, agar menurunkan sakinah, mawaddah wa rahmah dalam rumah tangga Anda. Pilihlah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. Misalnya sepertiga malam terakhir, di waktu safar (bepergian), antara adzan dan iqomat, dan pada hari Jumat setelah asar.